Seringkali seseorang lupa akan apa yang mereka lewati, lupa akan apa yang mereka jalani. Terbuai oleh hal-hal yang pada dasarnya membuat diri mereka kehilangan arah. Yang mereka rasa tepat dan yakin, akan dibinasakan oleh harapan. Yang mereka pikir lurus dan mulus, akan digoyahkan dengan yang namanya kenyataan. Kehidupan sebenarnya tidak seburuk dengan apa yang kita bayangkan. Dengan menjalaninya, lambat laun perjalanan itu pasti akan terlewati.
Sebuah perjalanan hidup yang tidak semua orang bisa rasakan dimana letak kenikmatannya, tentu saja meletakkan dirinya dikasta paling bawah dalam pundi-pundi kehidupan yang mereka rasa kurang berpihak terhadap diri mereka masing-masing.
Perjalanan bukan hanya menitikberatkan diri kita agar dapat mencapai suatu kenikmatan, tetapi dapat merasakan apa yang namanya diciptakan serta diberikan kesempatan untuk terus melanjutkan perjalanan. Tak sedikit dari kita yang kurang mampu mengartikan betapa pentingnya rasa syukur. Namun sebaliknya, banyak dari kita yang malah menyalahkan keadaan.
Yang namanya perjalanan sudah dapat dipastikan adanya rintangan, entah itu ringan atau berat. hanya kitalah yang dapat menentukan porsinya, bagaimana cara kita mengahadapinya serta mencari jalan keluar permasalahan itu sendiri.
Menjadikan kebahagian orang lain sebagai patokan kebahagiaan kita sendiri tentu saja menyusahkan dan membuat diri kita dalam masalah. Porsi kebahagian setiap orang tentu saja berbeda-beda, mengapa tidak? Bagi mereka yang bisa makan hari ini merupakan kebahagiaan yang dirasa sangat luar biasa karena dapat tidur dengan keadaan perut yang terisi. Namun, bagi sebagian orang bisa makan hari ini merupakan hal yang biasa-biasa saja, tidak ada keistimewaannya. Berbeda bukan?........ begitulah kiranya, bahwa kebahagiaan tentu saja tidak dapat diukur berapa banyak dan seberapa besar bobotnya. Itu semua dikemas dalam porsi dan standar hidup masing-masing orang.
Dalam perjalanan hidup, dikalangan masyarakat kita banyak yang menggambarkan kehidupan dengan sebuah roda, dimana ketika digunakan tentunya roda akan berputar agar dapat menggerakkan benda lain yang terhubung dengannya. Begitu juga dengan kehidupan, dalam perjalanannya roda diandaiakan sebagai posisi masing-masing orang yang ditempatkan pada bagian-bagian sisi roda. Ketika berputar, mereka yang awalnya diposisi paling bawah akan bertukar tempat diposisi yang lebih tinggi. Namun sebaliknya, bagi mereka yang awalnya diposisi teratas akan bertukar tempat keposisi yang lebih rendah.
Kok bisa mekanismenya disamakan dengan kehidupan?... Ya tentu saja bisa, sebab kehidupan lambat laun akan berubah. Bagi mereka yang sungguh-sungguh berusaha, pastinya hasil yang ia dapatkan tidak akan mengkhianati usaha yang telah ia keluarkan. Bagi mereka yang kepercayaan dirinya terlalu tinggi, akan dibinasakan oleh keadaan yang akan datang bahwa kepercayaan diri haruslah diimbangi dengan adanya usaha. Namun, bagiamana dengan mereka yang sudah berusaha tetapi malah dikhianati oleh hasil?.... Nah begini tepatnya, segala usaha dan upaya tidak akan mungkin dikhianati oleh hasil, tetapi hasil yang diusahakan belum tentu semuanya baik diterima oleh kamu. Bisa saja kamu diselamatkan atas hasil yang kamu idam-idamkan agar kamu tidak sulit kedepannya.
Lebih tepatnya begini. Setiap makhluk pastinya sudah diberikan porsinya masing masing yang disebut dengan “Takdir”. Takdir lebih tau langkah baiknya kita itu bagaiamana, sebab takdir sudah ditentukan jauh jauh hari sebelum kita diciptakan. Nah, hal terpenting sebagai makhluk ciptaan tuhan tentu saja harus berikhtiar untuk mencapai yang namanya hasil dari sebuah usaha. Namun, bagaimana dengan yang namanya kekecewaan dan putus asa?... Jawabannya yaitu boleh saja kecewa, tetapi jangan berputus asa sebab jika ruangan yang satu penuh, masih ada ruangan lainnya. Asal saja kita tetap harus mau berusaha. Jangan pernah sekali kali menyalahkan takdir, sebab takdir ditentukan oleh sang pencipta. Menyalahkan takdir berarti sama saja menyalahkan Tuhan.
Stay strong and Never give up.
Keep trying to be the best.